MISUNDERSTANDING WITH GOD - 9 - Kembalinya Kemuliaan
Kembalinya Kemuliaan
Suatu ketika saya sedang beribadah di satu gereja, dan pemimpin pujian menanyakan kepada jemaat, “Apakah saudara-saudara percaya bahwa Tuhan bisa mengubah nasib kita?”
Mendadak saat itu juga Roh kudus berbisik di hati saya, Beliau katakan, “Tuhan tidak bisa merubah nasib. Yang bisa merubah nasib adalah manusia itu sendiri!”
Cukup terkejut saat saya mendengar hal itu, sejenak saya berpikir apa maksud dari perkataan-Nya itu, tiba-tiba Beliau mengingatkan saya pada Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Tuhan katakan bahwa rancangan-Nya atas manusia sudah sempurna, dan manusia tinggal mengikuti “rel” yang disediakan untuk menggenapi rancangan Tuhan itu.
Namun manusia sering keluar dari rel, dan hal itu yang membuat seolah nasib kita buruk.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasib disebutkan sebagai sesuatu yang sudah ditentukan Tuhan terhadap diri seseorang, kalau boleh saya tambahkan kata yang berlaku masa sekarang. Kita sering ambigu antara nasib dengan takdir. Takdir dalam bahasa Inggrisnya adalah Destiny adalah ketetapan Tuhan bagi seseorang untuk masa depannya.
Takdir kita di dalam Tuhan seperti yang dituliskan di dalam Yeremia 29:11 di atas. Nasib kita ditentukan apakah perjalanan hidup kita selalu ada di atas relnya Tuhan atau sudah menyimpang dari rel itu. Kereta api yang tidak berjalan di atas relnya akan sangat berbahaya mengalami kerusakan bahkan kecelakaan, karena kereta api tidak di disain untuk berjalan di permukaan lain selain rel yang sudah ditentukan. Demikian juga dengan hidup kita di dalam Tuhan.
Pasca terjadinya kejatuhan dan keluarnya Adam dan Hawa dari taman Eden, manusia memulai babak baru dalam kehidupan, yang saya sebut sebagai babak kesengsaraan. Saya bisa ikut merasakan apa yang terjadi pada Adam dan Hawa dari cerita tentang Kain dan Habel.
Ijinkan saya bercerita mengenai peristiwa mengapa Kain membunuh Habel versi saya sendiri.
Saya pernah mengalami kebangkrutan dalam usaha. Apa yang terjadi dengan seseorang yang tadinya punya uang, keluarga harmonis, punya usaha yang baik, mendadak semua diambil dari orang itu. Pertama yang saya rasakan adalah peningkatan emosi dan sensitivitas hati saya, sehingga menjadi mudah marah. Bayangkan pada saat kejatuhan itu saya alami, istri saya mengandung anak yang pertama, kondisi mental kami berdua sedang terganggu, ditambah perubahan hormon pada istri saya, sehingga kami berdua menjadi mudah sekali marah.
Bayangkan kondisi itu dialami oleh Adam dan Hawa; saat di taman Eden mereka melakukan sesuatu serba ringan karena dibantu oleh cahaya Kemuliaan Tuhan. Ketika mereka jatuh dan harus berjerip payah sendiri dengan kekuatan “daging” mereka, maka bisa dipastikan terjadi hal-hal dibawah ini:
1. Self Pity – mengasihani diri sendiri, mengingat-ingat terus akan masa lalu yang begitu indah, dan ketika Adam mengingat hal itu perkataan yang dilontarkannya di hadapan Allah selalu terngiang-ngiang di telinganya, “Perempuan yang Kau tempatkan itu yang membuat aku memakan buah terlarang!” Adam menyalahkan Hawa untuk semua yang dia alami.
2. Hawa hidup di dalam penyesalan, mungkin tiap hari dia mengatakan kepada diri sendiri, “Betapa bodohnya aku telah tertipu oleh ular itu, aku orang paling bodoh yang diciptakan Allah!”
3. Tuduhan Adam (meskipun mungkin tidak diucapkannya di hadapan Hawa), membuat suasana rumah tangga mereka menjadi panas, dan sikap Adam menambah tusukan-tusukan sakit di kehidupan Hawa.
4. Saat Hawa mengandung Kain, itu adalah pengalaman pertama bagaimana konsekuensi atas pelanggaran terjadi, dan memperburuk keadaan yang sudah buruk, karena dia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, begitu pun Adam juga tidak mengerti apa yang terjadi dengan istrinya, mengapa perutnya semakin lama semakin membesar, mengapa perasaan istrinya menjadi jauh lebih sensitif, banyak pertanyaan berkecamuk di kepala Adam dan Hawa.
Ketika suasana rumah tangga kacau, dimana suami menyalahkan istri, dan istri menyalahkan diri sendiri dan tidak lagi menghormati suami, percekcokan begitu sering terjadi, dan ini mempengaruhi kondisi kejiwaan dari janin, karena dia bisa merasakan getaran emosi dari ibunya, bagaimana ibunya seringkali mengumpat diri sendiri atas keadaan yang terjadi, atas kandungan yang sedang tumbuh di perutnya, maka pondasi karakter Kain adalah ketertolakan, dan hidup Kain dibangun diatasnya.
Beberapa peneliti kitab Kejadian mengatakan bahwa Kain dan Habel adalah saudara kembar, karena dikatakan setelah melahirkan Kain, Hawa juga melahirkan lagi anak kedua yaitu Habel. Namun menurut pengamatan saya, Habel lahir beberapa tahun setelah Kain; mengapa saya bisa berasumsi seperti itu adalah karena karakter mereka bertolak belakang.
Karakter seorang anak ditentukan sejak dia ada dalam kandungan; terutama berkaitan erat dengan ibunya; bagaimana perasaan ibunya, bagaimana ibunya makan dan minum, dan terutama bagaimana sang ibu memperlakukan janin itu. Ketika dia merasa “direpotkan” oleh kehadiran janin dalam kandungannya, maka hal itu mempengaruhi perkembangan sel-sel dalam proses penyempurnaan janin itu, terutama tarjadi memasuki bulan ketiga dimana sel-sel otak mulai dirajut. Pada usia janin memasuki 7 bulan, fungsi pendengaran sudah cukup baik untuk dia menerima suara-suara yang ada di sekelilingnya.
Teman saya seorang hypnotherapist menceritakan pengalamannya saat melakukan terapi kepada seseorang yang selalu tidak bisa bertahan dalam bisnisnya, setelah sukses, dengan cepat dia akan mengalami kebangkrutan dan harus mulai dari awal lagi, dan itu sudah terjadi beberapa kali dalam hidupnya. Dengan metode hypnotherapy akhirnya diketahui akar masalahnya adalah ketika dia ada dalam kandungan, dia mendengar suara orang berteriak saling memaki, saling memperebutkan harta yang banyak. Ketika ditanya bagaimana perasaannya waktu dia mendengarkan suara itu, dia katakan bahwa kalau uang merupakan sumber masalah, maka dia tidak mau punya uang banyak. Setelah apa yang dia yakini tersebut diatur ulang dan dimasukkan “belief” yang baru ke dalam pikiran bawah sadarnya, maka dia tidak pernah lagi mengalami kebangkrutan usaha. Anehnya dia pun tidak tahu siapa yang bertengkar, atau suara siapakah itu, dia hanya mendengar itu di pikirannya dan hal itu membuat hidupnya menderita.
Ketika saya menanyakan kepada teman saya mengapa hal itu bisa terjadi, dia katakan bahwa apa yang sudah masuk di dalam pikiran bawah sadar kita, hal itu tidak bisa dihapuskan, dan bukan hanya itu saja; karena kita dilahirkan dari pertemuan antara sperma dan sel telur dari orang tua kita, dan masing-masing membawa ingatannya akan masa lalu entah berpa persen ingatan buruk dan berapa persen yang baik, itu pun mempengaruhi keseluruhan sel-sel kita.
Saya cukup terkejut mendengar penjelasannya, karena itu berarti ada gen dari nenek moyang kita entah berapa puluh tahun atau bahkan ratusan dan ribuan tahun yang lalu, meskipun hanya seper-satu juta persen.
Bagaimana cara merubah agar kualitas gen itu menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya, ternyata jawabannya cukup sederhana; yaitu dengan merubah pola pikir kita. Ketika cara berpikir kita berubah dan hal itu mengakibatkan “belief” system kita berubah, maka seluruh sel dalam tubuh kita menyesuaikan dengan perubahan itu.
Pada bab sebelumnya saya menyinggung mengenai MATA adalah pelita tubuh, jika mata kita baik, maka seluruh tubuh kita akan terang. Pertanyaan saya adalah siapa yang mengendalikan mata? Jawabannya adalah PIKIRAN! Jadi semuanya sumbernya ada di dalam pikiran, namun apa yang dihasilkan oleh pikiran merupakan akumulasi dari apa yang diterima oleh indera kita. Contohnya telinga, ketika kita sering mendengar hal-hal yang negatif, maka pikiran kita menjadi negatif. Jadi antara pikiran dan indera manusia saling mengisi satu dengan yang lain.
Adam mengalami titik terendah dalam kehidupannya ketika Kain membunuh Habel. Mengapa Kain bisa membunuh Habel?
Kain adalah putra sulung mereka yang dikandung dalam kemarahan, frustasi dan keputus-asaan, dan hal itu berpengaruh terhadap karakter Kain sebagai anak yang tertolak. Sedangkan Habel dikandung saat Hawa sudah mulai mengerti proses persalinan, dan Adam pun mulai bisa menerima keadaannya, jadi secara emosi mereka jauh lebih stabil.
Bukan hanya saat dalam kandungan saja perlakuan mereka salah terhadap Kain, bahkan saat kain masih anak-anak pun mereka masih belum bisa menerima keadaan, karena saat memandang kain, mereka masih teringat akan kesalahan yang mereka perbuat kepada Allah.
Jadi ada perbedaan perlakuan dari Adam dan Hawa dalam mendidik anak-anak mereka. Puncaknya adalah peristiwa persembahan korban di hadapan Tuhan, persembahan Kain tidak diterima, sedangkan Habel diterima.
Paradigma dosa ini terus menghantui manusia, yang berakibat pada sulitnya manusia memiliki hubungan dengan Tuhan. Bahkan sampai dengan ratusan tahun manusia tidak bisa berhubungan dengan Tuhan.
Sampai Enos lahir barulah keadaan mulai berubah, manusia mulai memanggil nama TUHAN. Mari kita hitung berapa lama terjadi keheningan:
Adam 130
|
Set lahir
| ||||||
Adam 280
|
Set 150
|
Enos lahir
|
Manusia mulai memanggil nama TUHAN
| ||||
Adam 370
|
Set 240
|
Enos 90
|
Kenan lahir
| ||||
Adam 440
|
Set 310
|
Enos 160
|
Kenan 70
|
Mahalael lahir
| |||
Adam 500
|
Set 370
|
Enos 220
|
Kenan 130
|
Mahalael 60
|
Yared lahir
| ||
Adam 660
|
Set 530
|
Enos 380
|
Kenan 290
|
Mahalael 220
|
Yared 160
|
Henokh lahir
| |
Adam 725
|
Set 595
|
Enos 445
|
Kenan 355
|
Mahalael 285
|
Yared 225
|
Henokh 65
|
Berjalan dengan Tuhan
|
Adam 930
|
Set 800
|
Enos 650
|
Kenan 560
|
Mahalael 490
|
Yared 430
|
Henokh 270
| |
Gambar 1.0
Dari keterangan gambar diatas dapat disimpulkan bahwa Adam memerlukan waktu 130 tahun untuk menerima keadaannya, dan berusaha untuk dapat kembali kepada Tuhan; dan yang terjadi menurut saya adalah cerita-cerita tentang Tuhan yang keluar dari Adam mempengaruhi generasi setelahnya, sampai generasi ke tujuh umat manusia (ada 7 generasi dari Adam sampai Henokh).
Henokh mendengar cerita tentang Tuhan sejak lahirnya sampai masa tuanya, dan Adam belum meninggal ketika Henokh sudah bisa berjalan dengan Tuhan, waktu itu usia Adam 725 tahun.
Proses kembalinya kemuliaan Tuhan atas manusia didahului dengan perubahan cara berpikir Adam mengenai keadaannya dan tentang Allah, yang akhirnya diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bangsa Israel mengenal ada satu hari raya pendamaian Yom Kippur; apa sebenarnya hari raya ini?
Hari raya ini diperingati setiap tanggal 10 Tisyri dan kepentingannya disejajarkan dengan Sabat, bahkan disebut juga Sabat dari segala Sabat. Hari ini juga dianggap sebagai hari yang paling kudus dalam setahun, sekaligus penutup festival tahun baru Yahudi. Seluruh perayaan dipusatkan di sinagoge dan para petugas mengenakan jubah putih (kitel) dan umat diwajibkan untuk menjaga keheningan. Pada perayaan Yom Kippur, sebagai puncak dari festival hari-hari raya besar, umat Yahudi dituntut untuk melakukan puasa dan melakukan doa-doa secara terus-menerus hingga tengah malam. Perhiasan-perhiasan tidak boleh dipakai pada masa ini, setidaknya di dalam Sinagoge.
2 hal terpenting dalam perayaan ini adalah dua ekor lembu (atau kambing) yang dikebiri. Lembu pertama digunakan sebagai kurban penghapus dosa dan lembu lainnya digunakan sebagai kurban bakaran dan dipilih "tugasnya" dengan cara diundi terlebih dahulu. lembu yang jatuh menjadi kurban bakaran disembelih, lalu darahnya dilumurkan ke atas penutup tabut perjanjian. Penyembelihan ini dilakukan oleh Imam Besar dan para Imam dari suku Lewi. Lembu kedua tidak disembelih, melainkan dicerca, dihina, dan dikutuki oleh seluruh umat Israel sebelum dilepaskan oleh seseorang yang sudah dipilih. Hal ini melambangkan diangkutnya seluruh dosa umat Israel ke padang pasir.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan selama hari raya Yom Kippur:
- Berfokus pada pertobatan diri sendiri.
- Memperbanyak amal dan melakukan perbuatan baik.
- Membaca kisah-kisah yang menginspirasikan untuk bertobat.
- Sebaiknya tidak menggunakan banyak waktu untuk belajar mussar, walaupun dianjurkan untuk mempelajarinya setiap hari.
- Mempelajari mengenai doa-doa untuk memahami maknanya.
- Pengakuan dosa tdiak dilakukan hanya untuk dosa-dosa besar, namun juga dosa-dosa kecil dan bahkan kelakuan-kelakuan yang tidak kita yakin apakah itu dosa ataukah tidak.
- Menuliskan komitmen mereka untuk satu tahun ke depan dan melihat apakah mereka sudah melakukan apa yang mereka komitmenkan selama setahun.
Mengapa harus ada hari raya pendamaian ini? Apakah dengan mengorbankan hewan maka dosa manusia bisa dihapuskan oleh Tuhan?
Sebagaimana Ayub mempersembahkan korban pendamaian setelah anak-anaknya melakukan pesta pora, dimaksudkan untuk menghilangkan dosa anak-anaknya kepada Tuhan.
Pertanyaannya: Bagaimana dengan orang-orang yang miskin yang tidak bisa beli hewan kurban; apakah dosa-dosa mereka tetap ada karena mereka miskin?
Sebenarnya yang terjadi dengan hari raya pendamaian (Yom Kippur), atau hari raya kurban yang diperingati saudara-saudara kita umat muslim, adalah momentum untuk menarik pikiran dosa kita menjadi pikiran kebenaran.
Saya akan menceritakan satu tehnik di dalam hypnotherapy yang bisa menyembuhkan kecanduan akan hal-hal negatif seperti merokok, narkoba, dan lainnya.
Pertama adalah kita therapist akan membuat pasiennya relax, fungsinya adalah menidurkan pikiran sadar yang penuh dengan batasan-batasan, penuh dengan pertanyaan-pertanyaan logis. Kemudian setelah masuk kepada pikiran bawah sadar, therapist mulai mensugesti, bertanya apa benda yang paling tidak disukai orang itu, misalnya benda yang bila dia memikirkannya akan berasa mual. Setelah tahu benda yang dimaksud, maka mulailah pikiran tentang rokok, kenikmatan rokok di sinkronisasikan dengan benda yang tidak disukai itu, sehingga apabila dia memikirkan rokok, atau timbul keinginan merokok, pikirannya langsung tersambung memunculkan benda yang tidak disukai tersebut. Hasilnya setiap kali akan merokok dia merasa mual, dan membenci rokok.
Mekanisme ini mirip gambar yang saya berikan pada bab 5
Ini adalah metode mengalihkan pikiran.
Peristiwa Yom Kippur sebenarnya adalah penanaman jangkar pembenaran di dalam pikiran bangsa Yahudi, sehingga pikiran mereka akan berkata bahwa mereka sudah dikuduskan dengan cara dosanya dilimpahkan kepada hewan kurban.
Sama seperti yang Yesus lakukan diatas kayu salib, hanya dengan kematian dan kebangkitan-Nya, kita sudah tidak perlu repot-repot lagi membawa binatang kurban.
Kita hanya perlu mensinkronisasi pikiran kita dengan jangkar yang Yesus pasang dalam pikiran kita.
NEXT ---> Bagian 10
https://wandatauniya.blogspot.com/2020/05/misunderstanding-with-god-10-tuhan.html
NEXT ---> Bagian 10
https://wandatauniya.blogspot.com/2020/05/misunderstanding-with-god-10-tuhan.html

Comments
Post a Comment