KETULUSAN
Saya sering mendengar kata tulus diucapkan, baik oleh para pembicara motivasi, pendeta, teman dan sahabat.Tiba-tiba pikiran saya bertanya apakah arti tulus yang sebenarnya. Kamus wikipedia mengatakan bahwa tulus adalah Bebas dari penipuan, kemunafikan, atau kepalsuan, murni, tidak tercampur, tidak dipalsukan. Jadi kalau saya terjemahkan dari pengertian wikipedia dalam kehidupan keseharian
contohnya: Ketika kita membantu seseorang, maka harus disertai dengan kemurnian, tanpa agenda terselubung di dalamnya, seperti:
- Apakah saya diuntungkan dengan saya membantu dia
- Apakah orang yang saya bantu berpotensi untuk membalas jasa saya
- Apakah saya membantu karena saya melihat dia/mereka membutuhkan, atau karena dengan membantu memberikan rasa kepuasan di hati saya (saya merasa menjadi orang yang murah hati)
Yesus berkata dalam Matius 6:2-3 dalam versi bahasa Indonesia yang disederhanakan: “Kalau kalian memberikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan, janganlah menggembar-gemborkan hal itu seperti yang dilakukan oleh orang yang suka berpura-pura. Mereka suka melakukan itu di rumah-rumah ibadat dan di jalan-jalan raya supaya orang mengatakan bahwa mereka orang yang sangat baik. Ingat, hanya itulah upah mereka. Tetapi, kalian jangan begitu. Apabila kalian memberikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan, lakukanlah itu dengan diam-diam sehingga kawanmu yang terdekat pun tidak mengetahuinya.”
Menurut saya ini adalah definisi tulus, saya menggaris bawahi kata diam-diam, artinya bahkan orang yang kita bantu pun tidak mengetahui siapa yang membantunya. Tidak mudah menjadi orang yang tulus, karena ketulusan sangat berhubungan erat dengan Kasih Agape, yaitu kasih tanpa alasan. Kasih agape adalah ketika kita ditanya kenapa kamu mengasihi dia/mereka, jawabannya adalah “tidak tahu”, pokoknya mengasihi dan ingin memberikan apa yang dia/mereka perlukan.
Matius 10:16 (ITB) Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Kata cerdik sebenarnya agak menyimpang dari bahasa aslinya yaitu Phronimos, berasal dari kata phrḗn, yang artinya personal perspective regulating outward behavior (kepekaan dalam menilai keadaan di sekeliling kita agar kita tahu apa yang harus kita perbuat). Sedangkan tulus berasal dari kata Akeraios yang artinya tidak bercampur, murni, sederhana.
Sehingga Matius 10:16b maknanya adalah: Hendaklah kita peka dengan keadaan sekeliling kita, apa yang terjadi dan akan terjadi, hendaklah kita selalu berjaga-jaga. Untuk kita bisa menjadi orang yang peka dengan keadaan sekeliling, maka hati dan hidup kita harus murni, tidak bercampur dengan motivasi egosentris manusia, yang akan membuat kita bingung sehingga tidak bisa menilai keadaan dengan benar.
Ketulusan membuat kita “aware” / peka dengan sekeliling kita. Ketulusan membuat kita mengetahui apakah dia teman sejati atau musuh yang sedang menyamar menjadi teman.
Tuhan Yesus Memberkati.
Comments
Post a Comment