MISUNDERSTANDING WITH GOD - 5 - Menara Babel
MENARA BABEL
Salah satu legenda terkenal di dalam kitab Taurat Musa adalah kejadian Menara Babel, tempat dimana Allah mengacaukan bahasa sehingga ada berbagai macam bahasa dunia saat ini.
Peristiwa Menara Babel sering dikonotasikan negatif tentang manusia yang mau menyamai Allah. Dulu waktu saya sekolah minggu, dan saat anak-anak saya sekolah minggu paradigma ini masih tetap tidak berubah, yaitu cerita karena manusia mau menyamai TUHAN maka TUHAN turun ke bumi untuk mengacaukan bahasa mereka sehingga rencana mereka gagal.
Setelah saya merenungkan mengenai menara Babel ini, tiba tiba timbul rasa ingin tahu saya mengapa manusia sampai punya pikiran membangun menara yang ujungnya sampai ke langit untuk mereka tinggal bersama-sama. Dan seandainya itu terjadipun bukankah hal itu baik ketika manusia bersatu gotong royong untuk sebuah kehidupan yang lebih baik? Mengapa Allah begitu sombong sehingga Dia mengacaukan rencana manusia itu, apakah Allah takut terhadap manusia?
Dalam perenungan saya, Roh Kudus mengingatkan saya mengenai peristiwa yang mereka alami sebelum ada Menara Babel itu...AIR BAH! Ya, mereka mendapatkan cerita tentang bagaimana Allah memusnahkan manusia melalui air bah. Dan rupanya cerita itu begitu membekas di hati mereka, bagaimana bila peristiwa itu terulang kembali, bagaimana jika kita kehilangan keluarga, teman dalam peristiwa itu, sungguh sangat menyakitkan, meskipun Nuh juga bercerita bagaimana Allah sudah berjanji bahwa tidak ada lagi peristiwa air bah, dan itu ditandai dengan busur Allah yang membentang di langit. Namun gambaran peristiwa dan rasa sakit bila kehilangan itu sangat dalam membekas di hati mereka.
Itulah sebabnya mereka mau membangun tempat tinggal yang tinggi, bahkan sampai ke langit, agak mereka bisa menyelamatkan diri ketika air bah itu datang lagi.
“Menara yang ujungnya sampai ke langit?” Saya membayangkan bagaimana mereka tahu batas langit. Bukankah itu sebuah gagasan gila yang tidak akan mungkin dilaksanakan, dan seandainya selesai pun bagaimana mereka membagi siapa yang tinggal di ujungnya, bagaimana bisa mencapai sana. Perbuatan yang sungguh sia-sia. Tapi ternyata bila kita membaca dari bahasa aslinya, kalimat yang benar adalah “...yang ujungnya untuk langit”. Artinya menara Babel didirikan untuk penyembahan kepada dewa2 langit.
Saya akan bercerita sedikit mengenai sejarah menara Babel.
Menara Babel didirikan pada saat Nimrod berkuasa.
Dalam kitab Kejadian 10:8 menceritakan bahwa Nimrod adalah anak dari Cush. Siapakah Nimrod?
Nama Nimrod tiba-tiba saja muncul terpisah dari nama anak-anak Cush yang lain. Hal ini memunculkan dua spekulasi pengertian.
Yang pertama adalah bahwa Nimrod adalah anak yang dilahirkan bagi Cush pada masa Tua-nya, sedangkan Pengertian kedua adalah Nimrod bukanlah anak kandung dari Cush tetapi yang diangkat menjadi anak.
Saya akan mengajak anda untuk membuka nalar berpikir psikologis, dan apabila anda seorang dokter kejiwaan atau psikiater, hal itu akan lebih membantu. Mari kita lihat kemungkinan yang paling besar antara pilihan pertama dan kedua.
1. Nimrod adalah anak yang dilahirkan oleh Cush pada masa tua-nya. Sebagai anak bungsu yang dilahirkan pada masa tua ayahnya, biasanya dia akan sangat dimanja oleh ayahnya, dan akan memiliki karakter yang egois, tapi bukan seorang pejuang yang tangguh.
2. Nimrod bukan anak kandung Cush, artinya dia adalah anak angkat. Pertanyaannya adalah siapakah orang tua dari Nimrod yang asli.
Untuk menjawabnya saya akan mengemukakan teori yang agak spekulasi mengenai siapa sebenarnya Nimrod.
Mari kita baca Kejadian 9:22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
Agar lebih jelas mari kita baca bahasa Inggris nya:
Gen 9:22 And Ham, the father of Canaan, saw the nakedness of his father, and told his two brethren without.
Gen 9:22 And Ham, the father of Canaan, saw the nakedness of his father, and told his two brethren without.
Mari saya ajak anda membaca di Imamat (Lev) 18:8:
The nakedness of thy father's wife shalt thou not uncover: it is thy father's nakedness.
Apabila pengertian dari Imamat 18:8 kita masukkan ke dalam Kejadian 9:22, maka kejadian tersebut akan sangat berbeda. Kalau saya terjemahkan, maka pengertiannya menjadi Ham melecehkan Ibunya secara seksual, dan kedua saudaranya menutupi perbuatan itu dari Nuh. Pada waktu Nuh mengetahui perbuatan Ham terhadap ibunya…
Nah ini yang menurut saya aneh; kenapa Nuh tidak mengutuk Ham, tetapi mengutuk anak bungsu dari Ham, yaitu Kanaan.
Konsep dari Perjanjian Lama mengenai hukum membalas ada di Keluaran 21:24-25 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak. Artinya adalah ketika Ham menyakiti prang yang dikasihi Nuh, maka Nuh juga akan menyakiti orang yang paling dikasihi oleh Ham.
Apekulasi yang saya maksudnya diatas adalah bahwa akibat perbuatan Ham itu, ibunya hamil dan melahirkan seorang anak, yang diberi nama Nimrod, namun anak tersebut diasuh oleh Cush, anak sulung Ham.
Mengapa saya sampai berpikir menganai kisah spekulasi ini, adalah karena melihat apa yang dilakukan oleh Nimrod di masa hidupnya. Dikatakan bahwa dia adalah seorang “pemburu yang gagah perkasa” di hadapan Tuhan. Ini menandakan bahwa dia adalah seorang penentang Tuhan, dan itu terbukti dari Menara Babel yang dia dirikan untuk memuja Molokh yaitu dewanya orang Kanaan, yang ritualnya adalah mempersembahkan anak-anak di dalam api. Apakah anda sudah melihat benang merahnya?
· Ham melakukan hubungan dengan ibunya menghasilkan Nimrod
· Nuh mengutuk Kanaan karena orang Kanaan menyembah Molokh
· Nimrod à mendirikan Menara Babel untuk ritual kepada Molokh
Saya kembalikan kepada anda untuk menilai yang mana yang benar. Sekarang mari kita lihat alasan dibangunnya Menara Babel.
Menara Babel sebenarnya adalah respon ketidak-percayaan manusia akan janji Tuhan yang sudah dimeteraikan dengan busur Tuhan di langit. Mengapa Nimrod begitu mengkhawatirkan akan ada Air Bah jilid dua yang akan memusnahkan umat manusia di Bumi, dan membuat dia mempengaruhi seluruh bangsa uantuk membangun menara Babel itu.
Bisa jadi adalah karena sejak semula dia adalah anak yang tertolak, dan semua tindakannya adalah untuk menantang Allah.
Akibat dari bahasa yang dikacaukan Allah itu, manusia terlepas dari jerat Nimrod. Bisa dibayangkan apabila menara babel itu sampai jadi di bangun, maka mereka akan melemparkan anak-anak mereka ke dalam api untuk dipersembahkan kepada Molokh.
Jadi sekali lagi bahwa Allah bukan Allah yang takut tersaingi oleh manusia, dan manusia pun tidak dikatakan mau menyamai Allah dengan membangun menara Babel itu. Bahkan kita tahu sekarang bahwa Allah sangat mencintai manusia sehingga Dia melakukan semua itu untuk kebaikan manusia.
Tiga bab awal ini memberikan gambaran bagaimana kita memahami Alkitab dari sudut pandang Allah yang menurut saya sangat sederhana, Allah itu penuh kasih, Allah itu Maha Adil, dan Allah tidak pernah menghukum umat-Nya.
Pasal-pasal berikutnya di Perjanjian Lama menggambarkan bagaimana Allah adalah Jehovah Jireh, Allah yang menyediakan bagi umat pilihan-Nya.
Sejak Abraham, Allah mulai dengan kembali memisahkan antara lalang dan gandum, untuk apa Abram disuruh pergi ke Kanaan, kembali kita melihat sebuah perjalanan pengenalan akan Allah. Saya melihat bagaimana Allah begitu rindu umat-Nya mengenal kepribadian Allah.
Allah rindu manusia yang sudah diberikan kuasa itu menundukkan diri kepada-Nya karena cinta, bukan karena rasa takut, dan Abraham membuktikan hal itu di hadapan Allah. Kepercayaan Abraham kepada Allah sudah diluar batas normal, sehingga taat ketika diminta mengorbankan Ishak. Dan titik inilah yang membuat Allah akhirnya semakin mencintai manusia. Pertemuan Abraham dengan Melkisedek yang merupakan perlambangan Kristus sendiri merupakan perkenanan Allah atas Abraham.
NEXT ---> Bagian 6
https://wandatauniya.blogspot.com/2020/05/misunderstanding-with-god-6-mengapa.html
NEXT ---> Bagian 6
https://wandatauniya.blogspot.com/2020/05/misunderstanding-with-god-6-mengapa.html
Comments
Post a Comment