MISUNDERSTANDING WITH GOD - 4 - Pelajaran dari Ayub
PELAJARAN DARI AYUB
Saya percaya pembaca pasti pernah tahu cerita mengenai Ayub. Bagaimana Ayub dikatakan sebagai orang yang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Namun bila kita membaca Ayub 1:5 ada sesuatu yang janggal disana, yaitu Ayub meragukan apakah kehidupan anak-anaknya berkenan di hadapan Allah atau tidak; dan untuk amannya dia mempersembahkan korban bakaran untuk menguduskan anak-anaknya.
Pertanyaan saya adalah bagaimana seorang yang hidup takut akan Allah tidak mempercayai bahwa anak-anaknya pun akan hidup seperti dirinya?
Saya juga teringat akan kisah bagaimana anak-anak seorang Imam Eli hidup tidak takut akan Tuhan. Bahkan secara pribadi saya mengalami dalam keluarga besar bagaimana seorang gembala sidang yang menurut pengamatan saya adalah seorang yang sangat setia dan mencintai Tuhan bisa memiliki anak yang tidak takut akan Tuhan.
Jawabannya ada di Ayub 42:5 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”
Sebelum proses sengsaranya, Ayub sebenarnya tidak mengenal Allah. Yang Ayub lakukan adalah RITUAL yang dibuat oelha manusia dalam mengerti Allah menurut pikiran manusia sediri, bukan pengenalan secara pribadi dengan Allah.
Saya dilahirkan di dalam keluarga Katolik yang sangat taat beribadah, bahkan seingat saya, waktu masa kecil saya sering saya habiskan di gereja. Mengikuti semua kegiatan gereja, bahkan saat saya berpindah menjadi orang Kristen pun semua kegiatan gereja tetap membungkus hidup saya.
Namun keadaan itu tidak membuat saya kenal siapa Tuhan saya, bagaimana karakter-Nya, apa yang diinginkan Tuhan. Saya hanya melaksanakan LITURGI ibadah rutin yang sudah disusun sedemikian rupa oleh konsep agamawi dunia.
Pengertian Allah bagi Ayub awalnya hanyalah sebatas kewajiban agamawi, kedisiplinan mengikuti ajaran agama yang diwarisi dari orang tuanya. Tahu bagaimana harus bersikap sebagai ciptaan terhadap Pencipta-Nya sebatas pengertian manusia dan bukan karena Ayub mengenal Allahnya. Alasan Allah mengijinkan iblis mencobai Ayub untuk membuat dia mengenal Allahnya dengan lebih pribadi. Allah kenal betul siapa Ayub dan bagaimana hatinya, sehingga Dia berani bertaruh dengan iblis.
Untuk mengetahui apakah kita kenal Allah dengan baik dapat dilihat dari bagaimana orang terdekat kita merespon Allah, apakah mereka juga terseret oleh arus pengenalan akan Allah yang kita bawa, atau mereka masih hidup sesuai keinginan mereka sendiri. Anak-anak Ayub seolah tidak peduli dengan hidup takut akan Tuhan, meskipun katanya ayah mereka seorang yang saleh dan taat beribadah.
Ketika kita salah mengerti dengan apa yang diinginkan Allah, maka hal itu akan mempengaruhi cara pandang kita terhadap Allah, yang pada akhirnya mempengaruhi cara kita merespon kasih-Nya.
Kisah Ayub merupakan dongeng satire yang disampaikan kepada orang Israel, mengenai bagaimana seorang manusia harus merespon Allah.
Kisah ini adalah cerita pendek mengenai skenario Allah atas manusia mulai dari Adam sampai kepada Kristus. Memiliki alur yang sama, yaitu pada awalnya baik namun belum mengenal Allah dengan benar, lalu diijinkan ujian datang, kemudian dipulihkan lebih baik dari semula setelah mengenal Allah dengan benar.
Di bab selanjutnya saya akan membahas mengenai bagaimana peristiwa menara Babel dilihat dari sudut pandang Allah.
NEXT ---> Bagian 5
https://wandatauniya.blogspot.com/2020/05/misunderstanding-with-god-5-menara-babel.html
NEXT ---> Bagian 5
https://wandatauniya.blogspot.com/2020/05/misunderstanding-with-god-5-menara-babel.html
Comments
Post a Comment