PARENTS
Selama lebih dari tiga tahun saya terlibat dalam penyelenggaraan kelas pelatihan anak-anak usia 7-16 tahun, membuat saya belajar memahami bahasa anak-anak. Secara mengejutkan saya menemukan bahwa semua anak-anak di bawah 16 tahun akan merespon apa yang mereka “terima” dari lingkungan dengan perbuatan. Mereka belum memiliki cukup kosa-kata untuk megutarakan isi hatinya, jadi entah mereka menuruti perkataan anda secara positif atau negatif itu terlampiaskan dalam tindakan mereka.
Perlakuan dan contoh dari apa yang dilakukan orang tua mereka menjadi jangkar yang sangat kuat untuk membentuk karakter mereka. Sebenarnya sangat mudah mengetahui kondisi rumah tangga seseorang... lihat saja anaknya, perilakuannya, tutur katanya, cara pandangnya, bahkan dari sorotan matanya akan menggambarkan bagaimana orang tua mereka. Anak adalah suratan yang terbuka orang tua bagi dunia.... dan ya mereka memiliki indera ke-enam, mereka jauh lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Bahkan anak bisa menjadi tolak ukur bagaimana hubungan anda dengan pasangan.
Satu contoh yang sederhana, ketika seorang anak terlihat tidak menghormati ayahnya, maka hampir bisa dipastikan ada hirarki yang terbalik dalam keluarga tersebut, yaitu pria tidak menjadi suami dan wanita bukan menjadi istri.
Ketika seorang anak cenderung menutup diri, diam, rapuh, namun memiliki sorot mata mendalam, kemungkinan besar sang ayah berlaku sangat ditaktor di rumahnya.
Memang tidak mudah menjadi orang tua, perlu belajar dan belajar setiap hari. Kita adalah hasil dari generasi terdahulu... Orang tua kita dengan segala keterbatasan mereka mendidik dan membesarkan kita dengan cara yang terbaik yang mereka tahu; demikian juga kita terhadap anak-anak kita.
Benih yang kita tanam sebagai orang tua akan kita tuai ketika usia mereka lebih dari 16 tahun (akil-balik). Segala hal di dunia ini harus membayar, adalah pilhan kita mau membayar di depan atau di belakang.
Saya mencoba menterjemahkan kepanjangan dari kata PARENTS
P-assion: artinya menurut wikipedia adalah perasaan yang kuat mengenai antusiasme dan kesenangan dalam melakukan sesuatu. Artinya sekalipun melelahkan, kadang menjengkelkan, tapi kita rela melakukannya, dan bukan hanya rela, plus berbahagia.
A-cknowledge: Berpengetahuan, dapat membedakan benar dan salah secara pasti, tahu mengenai kualitas hidup.
R-eflection: Sadarilah bahwa orang tua adalah refleksi Tuhan bagi anak-anak, ketika cermin itu rusak, maka gambar Tuhan dalam pikiran anak pun ikut rusak, dan ketika gambarNya rusak, maka mereka ada di tempat yang rawan karena tidak memiliki tempat bergantung yang kokoh. Dan jangan lupa bahwa anak adalah refleksi dari orng tuanya!
E-ternity: Tidak ada bekas orang tua, menjadi orang tua adalah sekali dan selamanya. Karena itu gunakan momentum anda dengan anak dengan sebaik-baiknya agar kehidupan anda berbahagia.
N-oble: Kita harus menyadari bahwa menjadi orang tua itu sangatlah Mulia, sehingga kita pun harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang mulia, serta menjaga kemuliaan kita tidak tercemar.
T-rustworthy: Dapat dipercaya adalah syarat mutlak yang harus ada dalam diri orang tua, terutama dapat dipercaya oleh anak-anak anda.
S-acrifice: Penambahan S berarti bentuk jamak, Ayah dan Bunda. Menjadi orang tua menuntut pengorbanan Ayah dan Bunda, bukan hanya satu orang saja. Bahkan menurut saya menjadi orang tua adalah sengaja berkorban.
Semoga apa yang saya bagikan dapat menjadi berkat bagi anda semua.
Tuhan memberkati.
Comments
Post a Comment